Mengenal Perintah Eksternal DOS

Mengenal Perintah Eksternal DOS - Jika sebelumnya sudah pernah dibahas mengenai perintah internal dos, kali ini kebalikannya yakni perintah eksternal dos. Mungkin saja bisa berguna bagi anda yang sedang mendapat tugas  :p

Pengertian Perintah Eksternal DOS

Perintah Eksternal atau external command adalah perintah yang tidak terdapat dalam file COMMAND.COM, dan membutuhkan file lain yang dapat dieksekusi yang harus terdapat didalam direktori aktif. Contoh file atau perintah eksternal sering dinamakan file DOS seperti FORMAT.COM, ATTRIB.EXE, LABEL.EXE dll.

Contoh dan Fungsi Perintah Eksternal DOS

1. Format Disk
Sintax
FORMAT [drive] [parameter]
Untuk memformat disk. Menyiapkan media disk agar dapat dipakai untuk pengolahan data. Disk sebagai pengolahan data adalah tempat penyimpanan, pembacaan, penghapusan dan perbaikan data. Parameter yang disediakan:
/V<:label> = Menyertakan nama label identitas disk.
/Q = Format disk secara cepat, dengan syarat disk sudah pernah diformat standar DOS sebelumnya. Sebenarnya perintah ini tidak memformat semua isi disk, hanya memformat daerah tertentu pada disk, khususnya daerah informasi sistem seperti Boot Sector, FAT, dan Root directory.
/U = Memformat keseluruhan fisik disk.
/S = Mentransfer ( menyalin ) file sistem ke disk saat format selesai. Hal ini perlu dilakukan supaya disk tadi dapat untuk proses BOOT.

2. Mentrasfer File Sistem
Sintax
SYS [drive sumber] [drive tujuan]
Untuk mengcopy file sistem operasi DOS (IO.SYS, MSDOS.SYS) dan COMMAND.COM ke disk tujuan. Parameter yang disediakan:
drive sumber = Letak file sistem operasi DOS berada
drive tujuan = Letak disk yang akan dicopikan file sistem operasi DOS

3. Membuat Label Disk
Sintax
LABEL [drive:] [nama indetitas]
Untuk membuat, mengganti atau menghapus nama indentitas dari disk. Parameter yang disediakan:
nama identitas = nama identitas dari disk, maksimal 11 karakter. Memakai huruf Alphabet, Numeric, karakter khusus seperti "_" (undescore), #. Tetapi harus didahului dengan huruf Alphabet.

4. Memeriksa Disk
Sintax
CHKDSK [drive] [namafile] [parameter]
Untuk memeriksa dan melihat laporan tentang disk. Parameter yang disediakan:
namafile = File yang akan diperiksa untuk fragmentasi -nya.
/F = Perbaiki kalau ada kesalahan disk.
/V = Tampilkan namafile pada disk yang diperiksa.

5. Atribut File
Sintax
ATTRIB [+/- parameter] [drive] [namafile] [/S]
Untuk menampilkan atau mengganti atribut file. Parameter yang disediakan:
+ = Mengatur/menambahkan atribut.
- = Meniadakan/mengurangi atribut.
R = File bersifat hanya dapat dibaca saja. (Read Only)
A = File bersifat Dokumen biasa (Archive)
S = File bersifat sistem operasi (System)
H = File bersifat tersembunyi (Hidden)
/S = Proses dilakukan terhadap semua directori didalamnya, bila ada.

6. Memindahkan File atau Mengganti Nama Direktori
Sintax
MOVE [parameter] [drive_sumber] nama_file1,.. drive_tujuan
MOVE [parameter] [drive_sumber] nama_directori_sumber nama_directori_hasil
Untuk memindahkan file. Parameter yang disediakan:
drive_sumber = Letak disket sumber untuk file yang akan dipindah
nama_file1,.. = Nama-nama file yang akan dipindah
drive_tujuan = Letak disket tujuan
nama_directori_sumber = Nama direktori sumber yang akan diganti namanya
nama_directori_hasil = Nama direktori yang diinginkan
/Y = Meniadakan konfirmasi untuk file atau direktori yang sudah ada pada lokasi tujuan.
/-Y = Menampilkan konfirmasi bila ada file atau direktori sudah ada pada lokasi tujuan.

7. XCCOPY
Sintax
XCOPY SUMBER [DESTINATION] [/Y|-Y] [/A|/M] [/D:DATE] [/P] [/S] [/E] [/V][/W]
Keterangan :
DESTINATION diisi dengan subdir letak file secara lengkap.
/Y = Untuk tidak menampilkan pesan jika terjadi penimpaan file.
/-Y = Untuk menampilkan pesan jika terjadi penimpaan file.
/A = Menyalin hanya pada file yang berattribut archieve(arsip).
/M = Menyalin file yang telah diberiattribute archieve. Switch ini berbeda dengan /A karena Switch /M = merubah attribute file asal.
/D = Date menyalin hanya file yang dimodifikasi pada tanggal yang telah dispesifikasikan.
/P = DigunakanagarMS-DOS menanyakan terlebih dahulu setiap aktifitas XCOPY.
/S = Menyalin suatu diraktori berikut seluruh file dan sub direktori didalamnya, kecuali direktori kosong.
/E = Digunakan bersama switch /S yang fungsinya untuk menyalin suatu direktori berikut sub-sub directory didalamnya termasuk direktori yang kosong.
/V = Untuk memeriksa setiap file yang disalinkan tersebut sama dengan file asal.
/W = DigunakanagarMS-DOS menampilkan pesan-pesan terlebih dahulu dan menanyakan tindakan selanjutnya,sebelum xccopy menyalin file-file tersebut.


8. Peta Memori
Sintax
MEM [parameter]
Dengan menampilkan informasi memori sistem, akan baik sekali untuk mengetahui besar ruang memori yang di perlukan suatu program yang akan ditempatkan pada memory. Parameter yang digunakan
/C = Menampilkan status dari semua program yang ada dimemori konvensi onal (640Kb) dan di HMA (High Memory Area). Serta perincian memori terpakai serta sisa memori yang masih dapat dipakai.

Penjelasan Singkat Mengenai Sistem Memori

mengenal sistem memori
Memori RAM dibagi menjadi bagian yang memiliki fungsi-fungsi tertentu berikut penjelasannya:
  1. Conventional Memory
    Sering disebut dengan Memori Standar, memiliki ukuran dibawah 640 Kb. Dipakai untuk ruang aplikasi dari program yang diaktifkan. Baik itu program bersifat menetap (resident) atau tidak.

  2. Upper Memory
    Digunakan untuk program ROM BIOS, sistem peralatan seperti Video Card, Network Card, dan program driver (device). Atau Anda dapat menempatkan sistem operasi DOS pada Memori Atas dengan perintah DOS=UMB pada file CONFIG.SYS. (UMB = Upper Memory Block). Ukuran dari memori ini adalah 384 Kb. (dari 1024-640)

  3. High Memory
    Sistem operasi DOS dapat mengalokasikan memori ekstra berkisar 64K (antara 1024-1088) untuk Memori Standar. Jadi memperluas ruang Memori Standar yang hanya dibawah 640 Kb. Memori ini hanya dapat tersedia untuk komputer berbasis 80286 keatas. Kebanyakan program baru sekarang dapat mengakses lokasi memori ini, tetapi untuk program lama tidak dapat. Untuk membantu supaya dapat menjangkau lokasi ini, maka pakailah perintah LOADFIX pada file CONFIG.SYS.

  4. Extended Memory
    Memori yang lokasinya diatas 1 Mb, dan merupakan memori tambahan pada komputer Anda yang berbasis 80286 keatas. Ukurannya selalu diatas 1 Mb, seperti 2 Mb, 4 Mb, 8 Mb, 16 M dan seterusnya. Memori ini dinamakan Extended Memory (EMS), dan hanya dapat dipakai oleh DOS, bila mengaktifkan file HIMEM.SYS

  5. Expanded Memory
    Memori ini dibentuk dari Extended Memory dengan cara mensimulasikan. Hanya dapat disimulasikan kalau komputer Anda berbasis 80386 keatas. Memori ini hanya dapat dipakai oleh program-program aplikasi, dengan syarat program bertipe LIM EMS (Lotus-Intel-Microsoft Expanded Memory Specifications) telah terpasang pada sistem komputer Anda. Contoh program ini adalah EMM386 dan QEMM. Contoh program yang membutuhkan hal ini adalah program berbasis Windows


Nah itu tadi Pengertian dan Macam Perintah Ekternal DOS, silahkan bagi yang ingin menambahkan untuk berkomentar dibawah. Semoga bermanfaat  ;)